DIABETES MELITUS

dr.-Sauardaman - Diabetes Militus, umah Sakit Ari Canti - Rumah Sakit di Gianyar, Rumah Sakit di Bali

DIABETES MELITUS

Diabetes (diabetes melitus) merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin atau gangguan kerja insulin atau keduanya. Tubuh pasien dengan diabetes melitus tidak dapat memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas, sehingga kadar gula darah meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang pada pasien tersebut

Pengaruh Hormon Insulin dan Diabetes

Seluruh sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat bekerja dengan normal. Kadar zat gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang lambung.

Tetapi organ pankreas milik penderita diabetes tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Klasifikasi Etiologi DM

  •  Diabetes Tipe 1

Penderita diabetes tipe 1 sangat bergantung kepada insulin karena sistem kekebalan tubuh penderita akan menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal ini memicu meningkatkan kadar glukosa sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Hingga saat ini, penyebab di balik diabetes tipe 1 belum diketahui secara pasti. Penderita jenis diabetes ini, biasanya muncul pada masa remaja atau anak-anak. Karena itu, diabetes tipe 1 juga disebut sebagai diabetes anak-anak.

  • Diabetes Tipe 2

Diabetes jenis ini disebabkan oleh kurangnya produksi insulin dalam tubuh atau sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Kekurangpekaan sel-sel tubuh ini dikenal dengan istilah resistensi terhadap insulin. Diabetes Tipe 2 dapat dikendalikan dengan pola makan sehat dan memantau kadar glukosa dalam darah. Dimana diabetes ini sering dikaitkan dengan obesitas. Makin tinggi indeks masa tubuh maka risiko diabetes tipe ini meningkat.

  • DM gestasional,

DM yang terjadi hanya pada kehamilan

  • Diabetes Tipe lain
  • Defek genetic fungsi sel beta
  • Defek genetic kerja insulin
  • Penyakit eksokrin pankreas
  • Endokrinopati
  • Karena obat atau zat kimia
  • Infeksi
  • Sebab imunologi yang jarang
  • Sindrom genetic yang lain yang berkaitan dengan DM

Tanda-tanda dan gejala-gejalanya

Tanda dan gejala diabetes yaitu :

  • Tanda dan gejala klasik
  • berkurangnya berat badan
  • polyuria (sering berkemih)
  • polydipsia (sering haus), dan
  • polifagia (sering lapar)
  • Tanda dan gejala non klasik
  • pandangan yang kabur
  • sakit kepala
  • fatique
  • penyembuhan luka yang lambat, dan
  • gatal-gatal
  • bisul

Faktor Risiko

Siapa yang berisiko terkena Diabetes?

Ada beberapa hal yang jelas meningkatkan risiko terkena diabetes, seperti :

  • Berat Badan. Berat badan yang berlebihan merupakan factor utama berkembangnya DM tipe 2
  • Tempat penyimpanan lemak dalam tubuh. Penumpukan lemak di tubuh mempunyai risiko lebih besar mengalami DM tipe 2 dibandingkan penumpukan lemak ditempat lain seperti paha dan pinggul
  • Tidak aktif. Aktivitas fisik membantu mengontrol berat badan, menggunakan glukosa sebagai energi, dan membuat sel tubuh semakin sensitif terhadap insulin.
  • Riwayat keluarga. Risiko mengalami diabetes tipe 2 semakin besar jika orangtua atau saudara memiliki diabetes tipe 2.
  • Umur. Risiko dari diabetes tipe 2 meningkat seiring bertambahnya umur, khususnya setelah umur 45 tahun
  • Diabetes gestasional. Jika menderita diabetes saat hamil maka risiko mengalami diabetes meningkat, demikian juga jika melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kilogram, maka bayi juga berisiko menderita diabetes

.Tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis, evaluasi dan monitoring  Diabetes melitus tipe 2

  • Tes gula darah acak (random)
  • Tes gula darah puasa
  • Tes gula darah 2 jam setelah makan
  • Tes HbA1C

Komplikasi

Komplikasi jangka pendek

  • Hipoglikemi

Komplikasi jangka panjang

  • Penyakit kardiovaskuler
  • Kegagalan kronis ginjal
  • Kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, serta
  • Kerusakan saraf dan pembuluh darah yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi

Pengendalian penyakit Diabetes

Ada 4 pilar pengendalian penyakit diabetes :

  • Pengetahuan dan edukasi. Pasien harus tahu bahwa penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan dan pengendalian harus dilakukan seumur hidup
  • Pengelolaan makanan. Jika input/masukan buruk, maka output/hasil akan buruk, demikian pula bila makan melebihi diet yang ditentukan, maka kadar gula darah akan meningkat
  • Aktivitas dan olah raga. Diperlukan untuk membakar kadar gula berlebih yang ada dalam darah
  • Hanya jika diperlukan, tetapi bila kadar gula darah telah turun dengan meminum obat, bukan berarti telah sembuh, tetapi harus konsultasi dengan dokter apakah tetap meminum obat dengan kadar yang tetap atau meminum obat yang sama dengan kadar yang diturunkan atau minum obat yang lain. Obat antidiabetes terdiri dari :
  • Obat antihiperglikemia oral atau obat minum
  • Obat antihiperglikemia suntik (terapi insulin)]
  • Insulin kerja cepat
  • Insulin kerja lama
  • Insulin kerja menengah
  • Terapi kombinasi (obat antihiperglikemia oral dan suntik)

 

Ingat….. Jagalah Kesehatan  tubuh Anda dengan pola hidup sehat seperti makan makanan sehat,

olahraga teratur, istirahat cukup dan pikiran sehat