MENGENAL ASI LEBIH JAUH Dr. Pt. Triyasa, Sp.A

MENGENAL ASI LEBIH JAUH
Dr. Pt. Triyasa, Sp.A

Bayinya nangis terus, ASI saya ga cukup!

Mengenal ASI lebih jauh, Rumah Sakit Ari Canti - Rumah Sakit di Gianyar, Rumah Sakit di BaliSering kita mendengar pernyataan seperti judul diatas, bahkan banyak para ibu yang gagal menyusu karena berfikir hal serupa, belum lagi desakan orang-orang terdekat karena rasa sayang yang tak terkira tidak tega mendengar anak/keponakan/cucu menangis, sehingga memaksa si ibu untuk memberikan Pengganti ASI (PASI).
Karena edukASI yang belum merata, jadi membuat banyak orang tua atau orang-orang terdekat mengambil jalan pintas.

Benarkah demikian? Bagaimana sebenarnya?
Hal yang paling ditakutkan oleh orang tua adalah bayinya menangis, menangis adalah bahasa bayi, dengan menangis mereka memberikan isyarat, menangis adalah komunikasi bayi dengan orang tua khususnya ibu, tetapi perlu di ingat bayi menangis tidak bisa selalu diartikan dengan “Bayinya lapar, ASI tidak cukup” penting untuk orang tua membekali diri dengan informASI, ibarat kita jalan-jalan ketempat yang baru, kita butuh peta biar ga kesasarkan, saat kita butuh petunjuk jalan kita tahu harus membuka apa, kalo kita ga bawa apa-apa, dan kita bertanya pada orang yang salah, salah juga kedepan-depannya, nyasar deh…🙈

Kapan ASI terproduksi?
Saat ibu hamil, di usia kehamilan 16-22 minggu atau di usia tri mester ke 2, kelenjar ASI sudah terproduksi dengan kuantitas yang kecil, coba di ingat saat ibu hamil, payudara ibu terjadi perubahan, jadi bengkak, tetapi memang ASI belum keluar karena masih tertutup oleh hormon-hormon kehamilan seperti progesteron, singkat cerita saat bayi lahir ASI keluar dengan kapasitas yang kecil disesuai dengan lambung bayi, dan akan meningkat saat bayi berusia 48-72 jam setelah tubuh sudah tidak lagi memproduksi hormon-hormon kehamilan yang dihasilkan dari placenta.
Dengan seringnya bayi menghisap payudara ibu, makin banyak juga payudara mulai memproduksi ASI, karena ASI terproduksi karena hisapan bayi.
Seperti halnya prinsip Ekonomi, ASI bersifat Supply by demand, makin banyak ASI keluar makin banyak juga payudara memproduksi ASI

Mengenal ASI lebih jauh, Rumah Sakit Ari Canti - Rumah Sakit di Gianyar, Rumah Sakit di BaliBerapa besar ukuran lambung bayi?
Hari per1 5-7ml atau baru sebesar biji kelereng atau guli orang pontianak menyebutnya dan mulai membesar menjadi
Hari ke3 22-30ml
Hari ke7 45-60ml atau sebesar bola pimpong, dan mulai berkembang setiap harinya menjadi
Hari ke30 80-150ml atau sebesar telur ayam kampung, dan makin lama, makin berkembang sesuai kebutuhan bayi.

Jadi KENAPA BAYI MENANGIS?
Kenaaaapppaaa yaaaaaa???
Seperti yang sudah saya tulis, menangis adalah bahasa bayi, karena hanya dengan menangislah mereka dapat berkomunikasi, perlu diperhatikan saat bayi TIDAK MENANGIS ibu wajib curiga!
Sama-sama kita merenung, mereka bayi-bayi mungil itu dibawa oleh ibu dalam kandungan selama 9bulan, ga perlu usaha kalo lapar karena secara otomatis sudah diatur, setiap saat mendengar detak jantung ibu, mendengar ibu berbicara, tahu saat ibu bahagia, tertawa, bahkan lagi sedih ataupun menangis, selalu dalam keadaan hangat tanpa kurang suatu apapun.
Saat waktunya lahir, mereka harus keluar siap atau tidak siap baik melalui proses operasi atau pervagina, semua berubah total, semua kenyamanan yang didapat oleh bayi-bayi itu hilang seketika, menjadi suasana yang asing, dan mereka menangis KETAKUTAN, mereka terus menangis sampai mereka mendapatkan kembali kehangantan dan kemesraan itu kembali, oleh karena itu pentingnya proses IMD, saat mereka nempel kedada ibu, mencium, dan merayap dada ibu, mereka dapatkan kembali rasa yang sempat hilang beberapa saat, dan mereka belajar untuk menyesuaikan diri, iya mereka tetap belajar…😇
Mereka tetap menangis, karena proses IMD sudah selesai, apa yang mereka cari?
‘IBU mereka, dekap dan susukanlah mereka wahai ibu’
‘tetapi mereka tetap menangis, iya karena mereka sedang belajar berjuang untuk mencari makan dengan menghisap payudara ibu’
Tidak bisa instant, butuh waktu dan kesabaran,
Setelah bayi-bayi itu sudah mendapatkan payudara ibu, menghisap dengan kuat, mereka tidak ingin lepas, saat dilepas mereka nangis, terjadilah kepanikan ibu, suami, dan orang-orang sekitar.
Mereka berfikir ASI ibu kurang, bayi lapar, mulailah dengan memencet payudara, dan berasumsi
“Tuhkan, ASI sedikit, bayi kamu tuh lapar”
“ASInya sedikit ni bu, makanya bayi nangis terus, nanti bayinya bisa kuning loh kalo kurang cairan” berkatalah oknum nakes kepada si ibu.
Dan ibu menangis sedih, karena semangat menyusui jadu hilang karena rasa takut dan tidak adanya dukungan orang-orang sekitar.

Wahai ibu sayang, biarkanlah mereka menyusu semau mereka, biarkan mereka menikmati kembali rasa yang sempat hilang karena terpisah dari semua kenyamanan dalam kandungan, rasa takut mereka akan kehilangan ibu membuat para bayi itu terus menyusu tidak mau melepas, dilepas mereka menangis.
Apa yang bisa membuat ibu yakin bahwa ASI ibu cukup untuk bayi?
Perhatikan Buang Air Kecil (BAK), Buang Air Besar (BAB).
Pada 3 hari pertama, bayi sudah harus BAB, berwarna hijau pekat bahkan terkadang terlihat berwarna hitam yang disebut ‘Mekonium” mekonium adalah kotoran bayi yang dibawa saat mereka dalam kandungan, isinya adalah placenta, dan rambut bayi, dan kotoran-kotoran lainya, serta BAK minimal 1xsehari
BAB bayi berangsur berubah warna menjadi kuning atau yang biasa disebut golden feses, BAB pada awal bulan min 2x sehari, biasanya bayi ASIX lebih sering BAB, setelah menyusu langsung BAB, itu bukan berarti diare yang, itu salah satu kehebatan ASI, yang tidak terpakai lalu langsung dibuang, silahkan baca feses bayi disini:
BAK sehari minimal 6-8kali sehari
Warna urine jernih, tidak keruh seperti berwarna kuning
Dan kenaikan berat badan bagus, sesuai KMS

Jadi kecukupan ASI bukan hanya dilihat dari seringnya bayi menangis dan menyusu, apalagi dari banyaknya hasil perah ya…
Berikut link Feses bayi:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10210360575149851&id=1206654769

Bayi menangis bisa jadi: popok penuh, kepanasan, baju basah,
ibu stress atau lagi sedih itu sangat berpengaruh dengan emosi bayi, bisa jadi bayinya ga mau digendong ibu, lebih memilih digendong ayah atau neneknya yang lebih tenang.
Suasana yang berbeda, bayi baru dibawa jalan jauh, atau menginap dirumah orang, dll…
Atau bisa jadi bayi sedang Growt Spurt atau percepatan pertumbuhan biasa orang pontianak bilangnya “mau besar” silahkan baca link berikut:
https://m.facebook.com/notes/putri-acik-ws/growht-spurt-atau-percepatan-pertumbuhan/10153611521905682/?refid=21&ref=bookmarks&_ft_=top_level_post_id.10153611521905682&__tn__=H-R

Kenapa tidak ditaruh diruang bayi aja, kan ibunya capek butuh istirahat?
Agar bayi bisa bebas kapan saja bila ingin menyusu, dan yang tidak kalah penting adalah bayi terpapar bakteri baik dari keringat ibu, mengurangi stres ibu pasca menjalani lelahnya prosesnya melahirkan yang panjang, dengan melihat bayinya tentu ibu akan lebih tenang dan rilex.
Saat bayi ditaruh diruang bayi, bayi satu dengan yang lainya belum memiliki antibodi, jadi apabila satu bayi sakit bisa dengan mudah menularkan penyakit ke bayi-bayi yang lainnya.

“tuhan, para malaikat disini mengatakan, bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia. Tetapi… bagaimana caranya aku hidup disana? Aku begitu kecil dan lemah. “tanya si bayi lirih”
Tuhan membelai sang bayi, “aku telah memilih satu malaikat untukmu… ia akan menjaga dan mangasihimu, sayang. “kata-Nya sambil tersenyum.
“tapi disurga yang aku lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini cukup bagiku untuk bahagia. “bayi itu kembali mengatakan keresahanya.
“malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiao hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanyadan lebih berbahagia.” Kata tuhan menyakinkan.
“dan apa yang bisa aku lakukan saat ingin berbicara kepada-MU?”
“malaikatmu akan mengajarkan bagaimana caranya berdoa”
“Tapi tuhan, aku mendengar bahwa dibumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungiu nanti?”
“malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanyna sekalipun.”
“tapi aku akan bersedih karena tidak akan melihat Engkau lagi.”
“malaiktmu akan menceritakan kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kemali kepada-Ku, walau sesungguhnya aku selalu berada disisimu.”
Saat itu disurga begitu tenangnya, sehingga suara bayi yang lirih itu terdengar begitu jelasnya. Jawaban-jawaban dari Tuhan membuatnya berani untuk keluar dari rahim ibunya yang hangat. Tapi ia merasa butuh 1 kepastian lagi.
“Tuhan, jika aku harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku, siapa malaikat dirumahku nanti?”
Tuhan kembali tersenyum lembut pada bayi itu.
“Kamu bisa memanggil malaikat itu… Ibu” (Prolog buku breastfriend inspirASI 22 dan ibuku malaikatku by melly persembahan SELASI)

Ibu kalian adalah malaikat bayi-bayi mungil itu, jadi berjuanglah, berjuanglah untuk mereka, karena Tuhan sudah menitipkan mereka kepada kalian, malaikat di bumi.

Menyusuilah dengan keras kepala, carilah informASI saat masa kehamilan, ada kelas ibu di puskesmas, kelas ibu di RS-RS, kelas edukASI di kota-kota yang ada cabang AIMI, belajar beberapa kali investASI seumur hidup, mengikuti kelompok pendukung ASI, karena sekarang informASI mudah untuk didapatkan
Belanja fasilitas kesehatan, dan tenaga kesehatan yang mendukung pemberian ASI.

“Dalam satu cetimeter cubic (CC) ASI terdapat 4000 pembunuh kuman, jika bayi meminum 1 liter ASI setiap hariny,berarti akan ada 4 juta sel pembunuh kuman dalam tubuhnya, dan itu tidak terdapat dalam Formula” (dr. Astri Praborini SpA IBCLC)

“dari penelitian yang dilakukan oleh dr. Utami Roesli SpA IBCLC FABM, dari 1000 ibu-ibu yang mengaku tidak bisa memberi ASI, 999 ibu ternyata bisa memberi ASI, hanya kesalahan menejemen Laktasi, hanya 1 saja yang benar-benar tidak bisa memberi ASI”

“ASI disebut cairan hidup, karena dalam setiap tetes ASI mengandung kurang lebih 1 juta sel darah putih (Leukosit) yang melindungi dari kuman dan berbagai jenis penyakit”

Zat anti kanker dalam ASI
HAMLET = Human Alpha – lactalbumin Made Lethal to Tumour cells
Terdapat secara natural dalam ASI (proc. Natl. Acad. Scl, 1995 & 2000)
Membunuh 40 jenis sel tumor yang berbeda (international journal or cancer research, 2004)
Dengan mekanisme non – Toksik
Tanpa mengganggu sel sehat (new england journal of medicine 2004)

Catatan: untuk bayi yang sakit dan ibu sehat, ibu tetap bisa memberikan ASI, dengan cara ibu harus memerah per2jam sekali mengganti hisapan bayi yang hilang, perah dengan tangan BUKAN dengan alat, rutin memerah sama dengan membantu merangsang produksi ASI.

Selamat mengASIhi
#ASIISthebest
#dukungibumenyusu

(Foto bayi diambil di google)