APENDIKSITIS/RADANG USUS BUNTU

APENDIKSITIS/RADANG USUS BUNTU

dr.-Sang-Nyoman-Suryana, Rumah Sakit Ari Canti - Rumah Sakit di Gianyar, Rumah Sakit di BaliAppendicitis atau radang usus buntu merupakan peradangan pada apendiks vermiformis (umbai cacing/usus buntu).

Penyebab

Pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, namun ada beberapa faktor pencetus di antaranya adalah faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran (lumen) apendiks oleh timbunan tinja yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda asing dalam tubuh, cancer primer dan striktur.

Yang paling sering ditemukan adalah faktor penyumbatan oleh tinja dan hyperplasia jaringan limfoid. Dimana Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak.

Gejala

Adapun gejala apendiksitis adalah:

  • Nyeri tumpul di dekat pusar dan menetap di perut kanan bawah
  • Nafsu makan menurun
  • Mual dan/ muntah segera setelah sakit perut dimulai
  • Demam dari 37,6°-39°C
  • Ketidakmampuan untuk buang gas
  • Sembelit atau diare dengan gas

Jenis/Tipe

Ada 2 tipe apendiksitis yaitu

    1.  Apendiksitis akut (mendadak)

Adapun Gejalanya Demam tinggi, nyeri perut kanan bawah, mual muntah

    1. Apendiksitis kronik

Gejala yang timbul sedikit mirip dengan sakit maag yaitu nyeri di daerah sekitar pusar dan terkadang demam yang hilang timbul. Sering disertai dengan rasa mual, bahkan kadang muntah, kemudian nyeri itu akan berpindah dan menetap di perut kanan bawah dengan tanda-tanda yang khas pada apendisitis akut.

Diagnosis

Bagaimana menentukan adanya radang usus buntu/apendiksitis?

  1. Pemeriksaan fisik
  • Dinding perut tampak mengencang
  • Perut kanan bawah terasa nyeri bila ditekan begitu juga bila tekanan dilepas terasa nyeri juga
  • Perut kanan bawah terasa nyeri bila tungkai kanan dan paha ditekuk kuat atau tungkai diangkat tinggi-tinggi
  • Pemeriksaan dubur menimbulkan rasa nyeri
  • Suhu dubur lebih tinggi dibandingkan suhu ketiak
  1. Pemeriksaan laboratorium

ditemukan  kenaikan dari sel darah putih (leukosit) hingga sekitar 10.000–18.000/mm3.

  1. Pemeriksaan radiologi

Dengan pemeriksaan Ultrasonografi (USG)

 Bagaimana pencegahannya?

Tidak ada cara untuk mencegah apendiksitis. Orang yang suka makan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah jarang menderita apendiksitis