Mola Hidatidosa

MOLA HIDATIDOSA

dr. I Made Brammartha Kusuma, M. Biomed Sp.OG

Mola Hidatidosa atau hamil anggur adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar di mana terjadi kegagalan pembentukan janin, sehingga terbentuk permukaan membran yang tampak seperti gelembung-gelembung putih, tembus pandang, berisi cairan jernih dengan ukuran bervariasi sehingga tampak seperti buah anggur.

Walaupun tidak ada janin dalam kehamilan, pertumbuhan mola akan tetap memberi tanda kehamilan, sehingga seringkali penderitanya mengira ia sedang hamil.

Terdapat 2 jenis kehamilan mola, yakni :

  • Mola hidatidosa komplit, yakni kondisi bila sel telur yang rusak dibuahi oleh sperma dan gagal berkembang menjadi janin, melainkan tumbuh menjadi sekumpulan jaringan yang tidak normal
  • Mola hidatidosa parsial, yakni kondisi apabila ada 2 sperma yang membuahi 1 sel telur. Hal ini menyebabkan janin terbentuk, namun terdapat kelainan pada ari-ari (plasenta).

Faktor Risiko :

  1. Umur ibu hamil terlalu tua (> 35 tahun) atau terlalu muda (<20 tahun)
  2. Pernah mengalami hamil anggur sebelumnya
  3. Kurangnya konsumsi vitamin A
  4. Merokok
  5. Kurangnya asupan protein dan asam folat
  6. Penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi)

Tanda dan gejala :

  1. Gejala kehamilan pada umumnya, seperti mual, muntah, pusing dan lain-lain namun dengan derajat yang lebih berat.
  2. Keluar perdarahan dari kemaluan, bisa sedikit-sedikit berupa bercak, atau sekaligus banyak sehingga ibu mengalami anemia atau bahkan syok.
  3. Perut semakin membesar melebihi rentang normal usia kehamilan, namun tidak ada gerakan janin yang dirasakan oleh ibu.
  4. Hasil pemeriksaan hormon kehamilan (hCG) biasanya meningkat seperti pada kehamilan normal.
  5. Dari hasil pemeriksaan USG, tidak tampak bagian tubuh janin seperti kepala, tulang-tulang, dan lain-lain.

Pencegahan bagi ibu hamil :

  1. Selalu rutin mengonsumsi asam folat dan tablet besi selama kehamilan.
  2. Mengonsumsi makanan dengan gizi lengkap dan seimbang dengan porsi makanan sesuai himbauan “Isi Piringku”.
  3. Konsumsi pula sumber vitamin A (wortel, bayam, brokoli, tomat, minyak ikan kod, dan lain-lain.)
  4. Selalu memeriksaan kehamilan secara rutin, utamanya bila memiliki penyakit tekanan darah tinggi, agar bisa ditangani sedini mungkin.

 

Tatalaksana :

  1. Pasien akan distabilisasi terlebih dahulu, semisal diberi transfusi darah atau cairan bila mengalami anemia atau syok
  2. Setelah pasien stabil, maka akan dilakukan pengeluaran jaringan mola, yang bisa dilakukan dengan metode :
    • Dilatasi & Kuretase, yakni pengangkatan jaringan mola dari rahim dengan menggunakan kuret
    • Histerektomi, yakni pengangkatan rahim, dilakukan apabila pasien sudah tidak ada indikasi untuk hamil lagi (umur sudah tua, jumlah anak sudah banyak), atau dari hasil pemeriksaan mola merujuk ke keganasan/kanker.
  3. Tes hormon kehamilan harus mencapai normal 8 minggu setelah tindakan, dan diawasi selama setahun, untuk itu pasien disarankan untuk tidak hamil dulu selama pengawasan.
MARI KENALI GANGGUAN BIPOLAR

MARI KENALI GANGGUAN BIPOLAR

dr. Anak Agung Ayu Agung Indriany, Sp.KJ

 

Gangguan bipolar merupakan gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Pada seeseorang dengan gangguan bipolar dapat merasakan gejala mania (sangat senang) dan depresif (sangat terpuruk).

Gejala manik-depresif ini ditandai dengan perubahan suasana hati yang sama sekali tidak dapat diperkirakan. Gejalanya meliputi periode mania, atau perubahan suasana hati, yang diselingi dengan periode depresi. Diantara masing-masing periode, pasien berperilaku normal

Penyebab

Penyebab spesifik gangguan bipolar dan gejalanya masih belum diketahui secara pasti.

Beberapa ahli berpendapat bahwa gangguan bipolar disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter atau zat pengontrol fungsi otak. Disamping itu, ada juga yang berpendapat bahwa gangguan bipolar berkaitan dengan faktor keturunan.

Beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan bipolar adalah

  • Sosial
  • Genetik
  • Lingkungan
  • Fisik

Jenis Gangguan Bipolar

Terdapat 2 jenis gangguan Bipolar:

Bipolar I, jika periode manik tunggal muncul paling tidak satu kali;

Bipolar II, jika terdapat gabungan dari periode depresi mayor dan hipomanik.

 

Gejala Gangguan Bipolar

Dua fase / periode dalam gangguan bipolar, yaitu fase mania (naik) dan depresi (turun).

  1. Fase/perode mania : Seseorang dengan fase mania terlihat sangat bersemangat, enerjik, dan bicara cepat.
  1. Fase/periode periode depresi : Seseorang dengan fase depresi akan terlihat sedih, lesu, dan hilang minat terhadap aktivitas sehari-hari.

Disamping itu berdasarkan perputaran episode suasana hati, ada sebagian pengidap gangguan bipolar yang mengalami keadaan normal di antara mania dan depresi. Tetapi ada juga yang mengalami perputaran cepat dari mania ke depresi atau sebaliknya tanpa adanya periode normal (rapid cycling).

Selain hal diatas , ada juga  seseorang dengan gangguan bipolar  mengalami mania dan depresi secara bersamaan. Misalnya merasa sangat berenerjik, tetapi di saat bersamaan juga merasa sangat sedih dan putus asa. Gejala ini dinamakan dengan periode campuran (mixed state)

Diagnosa.

Diagnosa Gangguan Bipolar ditegakkan dengan metode wawancara ke keluarga atau kerabat pengidap gangguan bipolar, dimana dalam wawancara ini mencakup gejala, awal terjadinya dan seberapa sering gejala muncul.

Kemana dirujuk?

Seseorang dengan gangguan Bipolar ditangani oleh psikiater atau dokter spesialis kesehatan jiwa.

CT-SCAN

HERNIA INGUINALIS

HERNIA INGUINALIS

dr.Ngk.Gd.Dwija Hermawan,M.Biomed,Sp.B

 

DEFINISI

Kata hernia berarti penonjolan suatu kantung poriteneum, suatu organ atau lemak pra-peritoneum melalui cacat bawaan atau didapat dalam lapisan dinding perut, yang normalnya tak dapat dilewati .

Sebagian besar hernia timbul dalam regio inguinalis dengan sekitar 50 persen dari ini merupakan hernia inguinalis indirek dan 25 persen sebagai inguinalis direk.

Hernia inguinalis adalah  penonjolan abnormal dari jaringan atau organ intra abdominal melalui lubang atau defek ke dalam kanalis inguinalis.

 

Gambaran Klinis

  • Gambaran klinis –>dipengaruhi keadaan isi kantong hernia.
  • Penderita dewasa:
    • benjolan dilipat paha ( saat beraktivitas, mengangkat benda berat,  mengejan / batuk & hilang bila istirahat berbaring).
    • merasa tidak enak disekitar lipat paha
  • Bayi & anak-anak:
    • benjolan hilang timbul di lipatan paha
    • gelisah, banyak menangis, dan kadang – kadang perut kembung à hernia inkarserata / strangulata

DIAGNOSIS

Anamnesis

  • Benjolan di lipat paha
  • Nyeri visceral (organ dalam) di daerah epigastrium atau paraumbilikal
  • Mual dan muntah
  • Pada Bayi : –>gelisah, >> menangis & kadang disertai perut kembung

Pemeriksaan fisik

Inspeksi:

  • Asimetri sisi lipat paha, skrotum (buah pelir), atau labia
  • Hernia inguinalis indirek –>penonjolan di regio inguinalis dr lateral atas ke medial bawah berbentuk lonjong (ellips)
  • Hernia direk –>benjolan spt buah pear paralel dengan lig. inguinal / lebih bulat kearah medial yg tdk memasuki skrotum.

Palpasi:

  • Hernia yang kosong –>tanda sarung tangan sutera
  • Kalau kantong berisi –>teraba usus, omentum (spt karet), ovarium
  • Finger Test, Thumb test, Zieman’s test

Pemeriksaan radiologis

  • Pemeriksaan penunjang radiologis –>tidak selalu dilakukan.
  • USG –>untuk mendiagnosis hernia inguinalis pada pasien yang memiliki gejala tapi defeknya tidak teraba –> USG regio inguinal

 Diagnosis Banding

  • Hydrocele
  • Varicocele
  • Epididymitis
  • Testicular Torsion

Penanggulangan / Tata Laksana :

Konservatif

  • Konservatif meliputi:
    • reposisi / reduksi
    • pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi / reduksi
  • Pada reposisi –>bisa diberikan sedasi, analgesia, mengompres dengan es diatas hernia dan diposisikan Tredelenburg.
  • Bila reposisi berhasil, –>operasi pada hari berikutnya ( urgency / elektif ).
  • Jika reposisi tidak berhasil –>dalam waktu enam jam harus dilakukan operasi segera.

Operatif

  • Prinsip dasar –> herniotomi & hernioplastik
  • herniotomi –>pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya, kantong dibuka & isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan, kemudian direposisi.

Kantong hernia dijahit-ikat setinggi mungkin lalu dipotong

  • hernioplastik –>memperkecil anulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis bisa dengan pemasangan implant (mesh). Hernioplastik lebih penting dalam mencegah terjadinya residif

Komplikasi

  • Isi hernia tertahan dalam kantung hernia/isi hernia terlalu besar –>hernia ireponibel
  • isi hernia tercekik  cincin hernia –>gangguan obstruksi –>hernia inkarserata. gangguan perfusi isi hernia abendungan vena –>oedem organ –>transudasi ke dalam kantong hernia –>jepitan bertambah –>peredaran darah jaringan terganggu –>hernia strangulata

nekrosis & kantong hernia berisi eksudat cairan serosanguinus –>perforasi –>abses lokal, fistel, atau peritonitis

Prognosis

  • Rekurensi / berulang :
    • Batuk kronis
    • prostatisme
    • Konstipasi
    • kualitas jaringan yang buruk
    • Infeksi luka pasca operatif
    • Aktivitas yang meningkatkan tekanan intraabdomen
Jangan Remehkan Varises Kaki

Jangan Remehkan Varises Kaki

dr. I Made Indra Prasetya, Sp. BTKV

Seringkah anda merasakan pegal dan nyeri pada kaki, terutama di daerah betis? Apakah terdapat tonjolan urat-urat kebiruan, dan berkelok-kelok seperti cacing? Apakah nyerinya semakin terasa disaat kaki anda tidak bergerak? Jika YA, besar kemungkinan anda menderita varises.

Apakah varises itu? Sebelumnya saya mau mengingatkan kembali sedikit pelajaran biologi SMU, kita pernah diajarkan kalau ada 2 jenis pembuluh darah di tubuh kita, yaitu yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh disebut arteri, yang membawa darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung disebut vena, nah pembuluh darah vena ini apabila mengalami pelebaran disebut dengan varises. Beberapa yang populer ada varises yang di lubang anus yang sering disebut ambeien, ada yang di buah zakar yang disebut varikokel, namun pada saat ini kita khusus membahas lokasi yang paling sering terjadi varises, yaitu varises pada kaki.

Varises pada kaki disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya ada faktor keturunan, dimana kalau kedua orang tua memiliki varises, 90% kemungkinan anaknya akan menderita varises, jika salah satu orang tua menderita varises, ada kemungkinan 25% untuk terjadi varises pada anak laki, dan 60% pada anak perempuan. Faktor usia, dimana semakin tua otot kaki dan otot dinding pembuluh darah kita akan semakin melemah. Kehamilan, ada 3 hal yang terjadi selama kehamilan, volume darah meningkat karena adanya janin, terjadi perubahan hormonal, dan terjadi pembesaran uterus yang berpotensi mengganggu aliran pembuluh darah vena di kaki. Posisi tubuh, pada saat kita berdiri, darah itu banyak ke kaki akibat pengaruh gravitasi, tekanan vena di kaki saat berdiri bisa mencapai 10 kali lipat lebih besar dibandingkan saat posisi tidur, hal ini tentu membebani vena, kalau berkepanjangan bisa menyebabkan varises. Obesitas, orang gemuk volume darahnya lebih banyak dari orang kurus, ini akan memberi beban lebih besar pada pembuluh darah vena. Merokok dan Alkohol, dua aktivitas favorit umat manusia ini lagi-lagi berpotensi membawa masalah, hal ini karena kandungan zat pada rokok dan alkohol yang dapat melemahkan dinding pembuluh darah vena.

Bukankah varises ini hanya masalah kosmetik saja? Saat awal, gejala yang ditimbulkan oleh varises hanya berupa rasa pegal, atau lekas lelah pada kaki saat beraktivitas. Seiring waktu, akan mulai timbul pembuluh darah vena yang menonjol dan berkelok-kelok. Bila dibiarkan lebih lama lagi, akan timbul rasa nyeri, bengkak, menghitam, gatal, hingga muncul luka koreng pada mata kaki yang sulit sembuh, kalau lukanya meluas sampai mengenai pembuluh darah, bisa terjadi perdarahan hebat yang bisa mengancam nyawa. Selain itu, bekuan darah yang terbentuk akibat aliran vena yang tidak lancar dapat membuat emboli paru yang fatal. Nah jadi masalah dari varises ini bukan hanya kosmetik saja, namun juga terdapat masalah kualitas hidup, bahkan sampai bisa mengancam jiwa.

Pengobatan varises ada non-bedah, dan pembedahan, tergantung dari tingkat keparahannya. Untuk non-bedah, ada penggunaan stoking dan skleroterapi. Stoking ini digunakan untuk mencegah timbulnya varises sedari awal, atau mencegah varises yang sudah ada bertambah parah. Stoking baiknya mulai digunakan kalau memiliki faktor resiko untuk terjadinya varises, seperti kalau bekerja yang butuh berdiri lama. Skleroterapi adalah penyuntikkan cairan khusus ke vena yang tampak untuk menghilangkan mereka, tidak efektif untuk varises yang telah membesar hingga menonjol. Pembedahan disarankan pada varises yang sudah menonjol atau disertai luka. Untuk pembedahan terdapat beberapa tehnik, ada yang menggunakan pisau bedah, dan ada yang minimal invasif dengan laser, radiofrekuensi, atau ablasi mekanis, pembedahan sendiri bekas sayatannya cukup kecil, sekitar 2-3 cm. Setelah pembedahan pasien bisa langsung menjalani aktivitas biasa.