FARINGITIS / RADANG TENGGOROKAN

FARINGITIS / RADANG TENGGOROKAN

dr. Ni Nyoman Trisna, Sp.T.H.T.K.L

Faringitis adalah peradangan pada tenggorokan atau faring. Kondisi ini disebut juga radang tenggorokan, yang ditandai dengan tenggorokan terasa nyeri, gatal, dan sulit menelan.

Penyebab

Faringitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Beberapa jenis virus yang bisa menyebabkan faringitis adalah influenza, rhinovirus, dan Epstein-Barr. Walaupun lebih sering disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri golongan Streptococcus juga bisa menyebabkan faringitis. Virus dan bakteri penyebab faringitis sangat mudah menyebar lewat udara, misalnya lewat butiran air ludah dari batuk penderita yang terhirup.

 

 

Faktor resiko

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami faringitis, antara lain:

  • Sering terpapar asap rokok atau polusi.
  • Sering berada di ruangan yang kering, seperti ruang ber-AC.
  • Memiliki riwayat kontak dengan orang yang sedang mengalami faringitis
  • Sering melakukan aktivitas yang menyebabkan ketegangan pada otot tenggorokan, misalnya karena bicara atau berteriak terlalu keras.
  • Memiliki sistem imun yang lemahGejalaFaringitis biasanya baru menimbulkan gejala sekitar 2-5 hari setelah penderita terkena infeksi. Beberapa gejala yang bisa timbul saat seseorang menderita faringitis, antara lain:
    • Nyeri atau gatal pada tenggorokan.
    • Sulit menelan.
    • Demam
    • Sakit kepala.
    • Mual muntah.
    • Suara parau/serak dan batuk

    Diagnosis Faringitis

    1. Tanya jawab seputar keluhan dan gejala yang dialami pasien, serta menelusuri riwayat kesehatan pasien.
    2. Pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk memeriksa bagian telinga, hidung, mulut, dan tenggorokan pasien. Pemeriksaan tenggorokan dilakukan untuk melihat adanya pembengkakan dan kemerahan di tenggorokan.
    3. Pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab infeksi. Pemeriksaan penunjang ini meliputi:
      1. Swab tenggorokan dan kultur bakteri : dilakukan dengan mengambil sampel dari tenggorokan untuk selanjutnya dilakukan kultur untuk mendeteksi keberadaan bakteri di tenggorokan.
      2. Tes darah : dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk mendeteksi adanya infeksi.

    Pengobatan Faringitis

    Langkah penanganan mandiri yang bisa dilakukan untuk mengatasi faringitis adalah:

    • Banyak beristirahat
    • Jangan terlalu banyak berbicara terutama bila suara sedang serak.
    • Minum air putih dalam jumlah yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi.
    • Hindari memakan makanan yang pedas, panas, dan berminyak.
    • Berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan nyeri tenggorokan.
    • Hindari paparan asap rokok dan polusi

    Bila penanganan faringitis secara mandiri tidak membuat kondisi membaik dalam beberapa hari, maksimal 1 minggu, dokter akan meresepkan beberapa jenis obat, seperti:

    • Antibiotik : obat ini akan diberikan jika faringitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Jangan menghentikan penggunaan obat secara sembarangan.
    • Paracetamol atau ibuprofen : merupakan anti demam dan anti nyeri. Obat-obat diberikan untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam.

    Pencegahan

    • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah ke toilet, dan setelah batuk atau bersin.
    • Jangan berbagi peralatan makan dan minum atau peralatan mandi dengan penderita faringitis.
    • Selalu tutup mulut dan hidung dengan tangan atau tisu saat batuk.
    • Jangan merokok dan hindari paparan asap rokok dan polusi.
    • Cuci mainan anak yang menderita faringitis (terutama mainan yang biasa ia masukkan ke mulut) dengan bersih.
    • Pasien faringitis sebaiknya tidak masuk sekolah atau kantor selama 1-2 hari pertama sakit untuk mencegah penularan.