HNP (Hernia Nukleus Pulposus)

HNP (Hernia Nukleus Pulposus)

“Saraf Kejepit”

dr. Cok Istri Gangga Dewi, M.Biomed, Sp.N

 

HNP/Hernia Nukleus Pulposus atau yang lebih dikenal dengan saraf kejepit merupakan suatu penyakit dimana bantalan ruas tulang belakang bergeser dan menekan saraf tulang belakang sehingga menimbulkan gejala nyeri pada punggung bagian bawah.

PENYEBAB

Penyebab dari HNP adalah  melemahnya jaringan di bantalan tulang belakang. Namun ada beberapa faktor  risiko :

  • Penuaan dimana cairan dalam nukleus Pulposus akan berkurang saat usia bertambah sehingga mengalami penurunan fleksibilitas dan lebih rentan robek
  • Genetik/ ada keluarga dengan riwayat HNP
  • Berat badan berlebihan
  • Posisi dan tumpuan yang salah saat mengangkat beban yang berat
  • Mendorong, memutar, dan membungkuk secara berulang dapat meningkatkan risiko

GEJALA

Gejala tergantung dari lokasi dan banyaknya saraf yang terjepit dimana dapat menyebabkan sakit punggung kiri atau kanan atau keduanya yang menjalar hingga ke paha atau kaki.

Gejala umum HNP sebagai berikut :

  • Nyeri lengan atau kaki
  • Sensasi mati rasa atau rasa geli
  • Kelemahan otot pada saraf yang mengalami iritasi

 

Gejala HNP berdasarkan lokasinya sebagai berikut :

HNP Cervical

Merupakan  HNP yang menjepit saraf di leher. Adapun gejalanya :

  • Nyeri pada leher dan bahu dapat menjalar ke lengan.
  • Merasakan kesemutan dan lemah atau kaku otot di salah satu lengan.
  • Merasakan seperti terbakar pada daerah leher, bahu, dan lengan.

HNP Lumbal

Merupakan HNP yang menjepit saraf pinggang atau punggung bawah. Adapun gejalanya :

  • Sakit pada punggung bagian bawah dan bertambah sakit bila bergerak
  • Nyeri didaerah bokong dan menjalar ke tungkai
  • Merasakan kesemutan atau lemah otot di tungkai.

DIAGNOSIS

Diagnosis HNP dapat ditegakkan dengan :

  • Anamnesa terkait gejala dan aktifitas yang dilakukan sebelum munculnya gejala
  • Pemeriksaan fisik saraf seperti mengukur kekuatan dan refleks otot, serta kemampuan bagian tubuh dalam merasakan rangsangan.
  • Pemeriksaan penunjang seperti :

X-ray, CT Scan, MRI, Myelogram

PENGOBATAN

Pengobatan HNP tergantung pada tingkat keparahan dapat berupa:

  • Pemberian Obat-obatan
  • Terapi Fisik
  • Injeksi didaerah HNP
  • Kadang-kadang diperlukan tindakan pembedahan jika gejala masih ada dengan pengobatan

KOMPLIKASI

Apabila HNP tidak ditangani maka dapat mengakibatkan :

  • Inkontinensia urine merupakan hilangnya kontrol kandung kemih, sehingga bisa mengeluarkan urine tanpa disadari
  • Inkontinensia tinja merupakan kondisi hilangnya kontrol buang air besar yang menyebabkan tinja keluar secara tiba-tiba, tanpa disadari
  • Hilang rasa di area sekitar dubur dan paha bagian dalam.
  • Kerusakan saraf permanen sehingga megakibatkan kelumpuhan

PENCEGAHAN

Pencegahan dapat dilakukan dengan menguragi faktor risiko . Dapat dilakukan dengan cara seperti :

  • Lakukan olahraga secara teratur. Pilih olah raga yang dapat menguatkan otot dan sendi ditungkai dan punggung misalnya  olah raga renang
  • Mengangkat beban dengan posisi yang benar
  • Duduk dengan posisi punggung yang tegak
  • Hindari kegemukan untuk mencegah tekanan berlebihan pada tulang belakang